Ing ngarso sun tuladha ing madya mangun karsa tut wuri handayani

Animasi

Cari Blog Ini

Selasa, 12 April 2011

Perang Salib.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Islam adalah agama yang mulia, agama yang sempurna, agama penyelamat bagi semua umat. Sejarah menjelaskan betapa damainya Islam bagi kita semua, Salah satu yang penyusun jelaskan dalam makalah ini adalah masalah perang salib. Perang Salib terjadi karena dipengaruhi isu keagamaan dan politik sekitar kurun ke-11 hingga ke-13 Masihi.
Perang Salib bertitik tolak dari pembangunan pesat yang berlaku di Eropah Barat semasa Zaman Pertengahan, serta kemerosotan Empayar Byzantine di timur. Perpecahan Empayar Carolingian pada lewat abad ke-9 dan kestabilan Eropah selepas pengkristianan kaum Viking, Slav, dan Magyar menghasilkan ramai satria yang tidak mempunyai pekerjaan kecuali bergaduh sesama sendiri dan melancarkan keganasan terhadap para petani. Pihak gereja berusaha untuk membendung keganasan ini melalui beberapa gerakan gencatan senjata yang dipanggil Peace and Truce of God yang hampir berjaya. Namun, terdapat segelintir satria terlatih yang masih mahu meluahkan keganasan mereka - kecuali yang berlaku semasa Reconquista di Sepanyol dan negeri Portugal, di mana tentera Kristian sibuk memerangi bangsa Moor beragama Islam di Eropah.
1.2. Perumusan Masalah
Dalam makalah ini tim penyusun akan membahas beberapa permasalahan yang berkaitan dengan judul yang sudah ditentukan oleh dosen pengampu, yaitu:
· Apa Sebab-sebab terjadinya perang salib
· Bagaimana Periodisasi perang salib
· Apa akibat perang salib
1.3. Metode Pemecahan Masalah
Dalam metode penulisan yang kami gunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode yang menggambarkan permasalah yang dibahas dan diulas pada bab dua yang diambil atau dikutip dari berbagai sumber yang ada.
1.4. Tujuan
Makalah yang sudah disusun ini bertujuan supaya kita semua (tim penyusun dan pembaca) mampu memahami dan mempunyai wawasan dan pengetahuan yang baru tentang Perang Salib.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Sebab-sebab terjadinya perang salib
Perang salib merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang telah terjadi pada masa disintegrasi. Penyebab langsung terjadinya perang salib adalah permintaan kaisar Alexius Connenus pada tahun 1095 kepada Paus Urbanus II. Pada tanggal 26 November 1095 Paus Urbanus II Menyampaikan pidatonya di Clermont, di bagian tenggara Perancis dan memerintahkan orang-orang Kristen agar memasuki lingkungan Makam Suci, merebutnya dari orang-orang jahat dan menyerahkannya kembali kepada mereka, gara-gara isi dari pidatony isi sehingga menyulut adanya Perang Salib. Deus Vult (Tuhan Menghendaki) slogan itulah yang diteriakkan oleh seluruh mayarakat yang hadir dan mendengarkan pidato dari Paus Urbanus II tersebut.
Banyak hal yang memicu terjadinya perang salib, diantaranya adalah karena factor social ekonomi. Selain itu perang salib bagi orang-orang Kristen merupakan jaminan untuk bisa masuk surga, sebab mati dalam perang salib adalah mati sebagai pahlawan agama dan langsung masuk surga walaupun mempunyai dosa-dosa pada masa lalunya.
2.2. Periodisasi perang salib
Dedi Supriyadi yang merujuk pada Philip K. Hitti menyederhanakan periodesasi perang salib dalam tiga periode. Pertama: masa penaklukan (1009-1144); kedua: masa timbulnya reaksi umat Islam (1144-1192); dan ketig; masa perng saudara kecil-kecil yang berakhir sampai 1291 M.
Berbeda dengan yang dikemukakan oleh Philip K. Hitti yang membagi periode perang salib menjadi 3 bagian, sedangkan dalam Wikipedia ensiklopedia bebas membagi periode perang salib menjadi 9 bagian, yaitu:
Ø Perang salib pertama (1095 – 1099)
Dalam perang salib ini pihak Vatikan mengirimkan surat kepd raja-raja eropa untuk meminta bantuan beserta sukarelawan untuk perang dimana bngsa Vatikan menjanjikan surga dan penghapusan dosa. Mereka juga mengatakan bahwa membunuh umat Islam adalah halal dan bagi siapa yang melakukan demikian maka dijamin akan masuk surga.
Ø Perang salib kedua (1145-1149)
Setelah kejatuhan Jerussalem ke tangan kaum Frank, mereka melakukan serangan ke daerah sekitar untuk memperluas kekuasaan mereka, Karena factor geografis, daerah-daerah pnti Syiriah yang terbentang menghadap ke barat telah berhasil dikuasai oleh tentara salib, mereka juga telah menaklukkan Tripoli. Dengan jatuhnya Tripoli ke tangan tentara salib menandahkan berakhirnya berluasnya kaum Frank guna memperluas Negara salib. Selanjutnya ke atas Aleppo dan Damsyik banyak sekali menemukan kegagalan karena mendapatkan tantangan keras dari pasukan setempat. Di dua kota inilah semangat jihat umat islam yang telah hilang di tahun-tahun sebelumnya akibat dari peperangan agam telah bangkit kembali.
Ø Perang salib ketiga (1187-1192)
Pada tahun 1187, Salahudin menawan semula Jerussalem. Paus Gregory VIII membuat seruan perang salib yang telah diketuai dari beberapa pimpinan utama Eropa, yaitu: Philip II dari Prancis, Richard I dari England dan Frederick I, dan Maharaj Suci Rom. Frederick meninggal dunia karena lemas di Cilia pada tahun 1190 dengan meninggalkan persekutuan yang tidak stabil antara kuasa England dan Perancis. Philip juga pulang pada tahun 1191 setelah tentara salib merampas Acre dari tangan-tangan orang Islam.
Ø Perang salib keempat (1202-1204)
Perang salib kali ini dilancarkan oleh Paus Innocent III pada tahun 1202 dengan niat untuk menaklukkan Tanah Suci hingga ke Mesir. Orang Venice yang diketuai Doge Enrico Dandolo, diberikan kepercayaan untuk mengemudi perang salib ini dan mengalahkannya, pertama ke sebuah Bandar Kristian Zara, kemudian ke Constantinople. Dinasa mereka meletakkan seorang buangan Byzantine di atas takhta.
Ø Perang salib kelima (1217-1221)
Dengan memperalatkan perarakan, doa dan syarahan, pihak gereja mencoba untuk membentuk satu lagi perang salib. Persidangan Lateran keempat (1215) telah merumuskan sebuah rancangan untuk merampas kembali Tanah Suci. Pasukan tentara salib dari Hungaria, Austria, dan Bavaria mencapai kejayaan yang luar biasa dengan penaklukkan Damietta di Mesir pada tahun 1219. Tetapi atas desakan segera dari duta Paus, Pelagius, mereka meneruskan serangan yang berani keatas Kaherah, akan tetapi banjir yang berasal dari sungai nil memaksa mereka mimilih menyerah kalah.
Ø Perang salib keenam (1228-1229)
Pada tahun 1212, Maharaja Frederick II berlayar dari Brindisi menuju ke Syiria walaupun menerima penyikiran oleh Paus. Melalui saluran diplomasi, dia mencapai kejayaan yang tidak disangkakan sebelumnya, apabila Baitulmaqdil, Nazareth dan Baitul Laham akan diserahkan kepada tentara salib untuk tempoh selama 10 tahun.
Ø Perang salib ketujuh (1248-1254)
Minat pihak Paus yang ditunjukkan oleh Kesatria Templar mengundang konflik dengan Mesir pada tahun 1243, dalam tahun berikutnya sebuah pasukan tentara Khwarezmi yang dipanggil oleh Mesir untuk menyerbu ke Baitul Maqdis. Walaupun ini tidak menimbulkan sebarang kekejutan meluas ke Eropa sebagaimana berlakunya kejatuhan Baitul Maqdis pada tahun 1187, Louis IX mengatur perang salib menantang Mesir dari tahun 1248 hingga 1254, dia bertolak dari pelabuhan Aigues-Mortes yang baru dibina di selatan Perancis. Ia adalah satu kegagalan dan Louis menghabiskan hidupnya di istana kerajaan tentara salib di Acre. Ditengah-tengah perang salib ini, berlaku perang salib pengembala Biri-biri pertama pada tahun 1251.
Ø Perang salib kedelapan (1270)
Perang salib kedelpan dicetuskan oleh Lous IX pada tahun 1270 yang berlayar dari Aiugues-Mortes, bertujuan pada mulanya untuk menolak saki baki negeri-negeri tentara salib di Syiria. Bagaimanapun perang salib ini dihalaukan ke Tunis. Di sini Louis menghabiskan sisa hayatnya selama dua bulan sebelum meninggal dunia.
Ø Perang salib kesembilan (1271-1272)
Raja Edward I dari England menjalankan satu lagi ekspedisi pada tahun 1271, setelah menemani Louis dalam perang salb yang ke delapan. Dia hanya bias mencapai sedikit kejayaan di Syiria dan menarik diri berikut satu genjatan senjata pada tahun berikutnya. Dengan kejatuhan Antioch (1268), Tripoli (1289) dan Acre (1291), kesan-kesan terakhir pemerintahan Kristian di Syiriah lenyap.
2.3. Akibat perang salib
Dengan adanya perang salib ini meninggalkan kesan-kesan sejarah yang mendalam dan berkekalan, baik di Eropa atau bahkan di dunia Islam sendiri. Perang salib telah memberikan pengaruh yang sangat besar atas zaman pertengahan Eropa, sebagian besar benua tersebut disatukan dibawah pimpinan Paus yang begitu berkuasa, tetapi pada kurun ke-14 konsep lama mengenai dunia Kristen menjadi pecah, dan kemajuan birokrasi berpusat (pembentukan Negara-negara modern)


BAB III
KESIMPULAN
Perang salib adalah perang yang terjadi dan dipengaruhi oleh adanya isu keagamaan dan politik yang telah terjadi sekitar kurun waktu ke-11 hingga ke-13 Masehi. Misi awal tentara salib adalah menawan Baitulmaqdis dan kawasan yang berada disekitarnya daripada orang-orang islam selain itu matlamat sampingan seperti menawan kota Constantinople (yang berjaya semasa perang salib ke-4). Banyak factor yang telah mempengaruhi terjadinya perang salib ini. Bagi orang-orang Kristen perang salib merupakan jaminan untuk masuk surga, sebab apabila mati dalam perang salib, menurut mereka adalah mati sebagai pahlawan agama dan akan masuk surga walaupun mempunyai dosa-dosa masa lalunya.


DAFTAR PUSTAKA
Taufiqurrahman. 2003. Sejarah Sosial Politik Masyarakat Islam. Surabaya; Pustaka Islamika
Supriyadi, Dedi. 2008. Sejarah Peradapan Islam. Bandung; Pustaka Setia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar