Ing ngarso sun tuladha ing madya mangun karsa tut wuri handayani

Animasi

Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 12 April 2011

Tujuan Pendidikan Menurut Islam.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa turunnya Q.S Al-Kahfi: 109 yang mengulas atau bercerita tentang kesempurnaan ilmu Allah swt. Adalah sehubungan adanya kritikan dari orang-orang Yahudi yang mengatakan bahwa di dalam Al-Quran itu ada kontradiksi dalam beberapa ayatnya. Mereka menunjuk pada ayat:
`tBur |N÷sムspyJò6Åsø9$# ôs)sù uÎAré& #ZŽöyz #ZŽÏWŸ2
Artinya: barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar Telah dianugerahi karunia yang banyak
Kemudian merujuk pada ayat yang lainnya:
!$tBur OçFÏ?ré& z`ÏiB ÉOù=Ïèø9$# žwÎ) WxŠÎ=s% ÇÑÎÈ
Artinya: dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.
Menurut orang-orang Yahudi, kedua ayat tersebut di atas saling bertentangan satu sama lain, yang satu mengatakan diberi ilmu yang banyak dan yang satunya lagi menyebutkan hanya sedikit saja diberi ilmu.
Berkaitan dengan dua pernyataan dari kaun Yahudi tersebut maka turunlah ayat 109 surat Al Kahfi ini untuk menjawab kritikan mereka. Ayat ini menjelaskan bahwa sekiranya lautan menjadi tinta untuk mencatat kalimat-kalimat (tanda-tanda) kebesaran dan kekusaan Allah dan ilmu-ilmu-Nya, maka lautan tersebut akan habis dan kering sebelum kalimat Allah itu habis di catat, walaupun air laut ditambah sebanyak tadi. Jadi betapa banyak tanda-tanda kebesaran-Nya dan betapa luas serta tanpa batas ilmu Pengetahuan-Nya, sementara luas lautan dan isi airnya masih terbatas.
1.2. Perumusan Masalah
Dalam makalah ini tim penyusun akan membahas beberapa permasalahan yang berkaitan dengan judul yang sudah ditentukan oleh dosen pengampu, yaitu:
ü Definisi Pendidikan Secara Umum
ü Definisi Pendidikan Menurut Islam
ü Tujuan Pendidikan
ü Prinsip-prinsip dalam Formulasi Tujuan Pendidikan Islam
ü Komponen-komponen Tujuan Pendidikan
ü Formulasi Tujuan Pendidikan Islam
1.3. Metode Pemecahan Masalah
Dalam metode penulisan yang kami gunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode yang menggambarkan permasalah yang dibahas dan diulas pada bab dua yang diambil atau dikutip dari berbagai sumber yang ada.
1.4. Tujuan
Makalah yang sudah disusun ini bertujuan supaya kita semua (tim penyusun dan pembaca) mampu memahami dan mempunyai wawasan dan pengetahuan yang baru tentang Tujuan Pendidikan Menurut Islam.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Islam memerintahkan agar kita belajar dan menulis serta mempelajari ilmu pengetahuan untuk meningkatkan taraf kehidupan di dunia sebagai jalan menuju akhirat. Ilmu pengetahuan dapat diperoleh dengan cara membaca tanda-tanda kebesaran Allah (Penelitian) ataupun dengan membaca karya tulisan orang lain.
Pendidikan merupakan suatu proses generasi muda untuk dapat menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien. Istilah pendidikan dan pengajaran tidak dapat dipisahkan sebab keduanya mengacu pada suatu proses yang mengubah sikap dan kemampuan seorang peserta didik menjadi yang lebih baik setelah dia mengalami atau mengikuti proses itu. Pendidikan lebih tertuju pada pengubahan sikap pribadi yang lebih baik sedangkan pengajaran lebih tertuju pada pengubahan pengetahuan dan keterampilan, selain itu pengajaran juga sebagai suatu proses transfer ilmu belaka, sedang pendidikan merupakan transformasi nilai dan pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya. Perbedaan pendidikan dan pengajaran terletak pada penekanan pendidikan terhadap pembentukan kesadaran dan kepribadian anak didik disamping transfer ilmu dan keahlian. Pengertian pendidikan secara umum yang dihubungkan dengan Islam sebagai suatu system keagamaan dengan menimbulkan pengertian-pengertian baru yang juga secara implicit menjelaskan karakteristik-karakteristik yang dimilikinya.
2.1. Definisi Pendidikan Secara Umum
Ø Menurut Juhn Dewei pendidikan adalah suatu psoses pembaharuan makna pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk menghasilkan kesinambungan social. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang-orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup.
Ø Menurut H. Horne pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada Tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.
2.2. Definisi Pendidikan Menurut Islam
Pendidikan Islam adalah pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan ke dalam diri manusia, tentang tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan kepribadian. Dengan kata lain pendidikan ini hanyalah untuk manusia saja.
Secara lebih luas lagi adalah pendidikan sebagai aktivitas berarti upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup baik yang bersifat manual (petunjuk praktis) maupun mental dan social. Sedangkan pendidikan sebagai fenomena adalah peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup, sikap hidup atau keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak, yang kedua pengertian ini harus bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai islam yang bersumber dari Al Quran dan Sunnah (Hadits)
2.3. Ruang Lingkup Pendidikan Islam
A. Pendidikan Keimanan
Pendidikan keimanan ini sudah ditanamkan oleh Luqman kepada buah hatinya, dan hal ini sudah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Firman-Nya yang berbunyi:
øŒÎ)ur tA$s% ß`»yJø)ä9 ¾ÏmÏZö/ew uqèdur ¼çmÝàÏètƒ ¢Óo_ç6»tƒ Ÿw õ8ÎŽô³è@ «!$$Î/ ( žcÎ) x8÷ŽÅe³9$# íOù=Ýàs9 ÒOŠÏàtã ÇÊÌÈ
Artinya: Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
Dari ayat tersebut menjelaskan bahwa bagaimana cara kita memperkenalkan Allah SWT dalam kehidupan anak-anak kita?
* Menciptakan hubungan yang hangat dan harmonis
* Menghadirkan sosok Allah melalui aktifitas rutin
* Memanfaatkan momen religious
* Memberi kesan positif tentang Allah
* Beri teladan
* Kreatif dan terus belajar
B. Pendidikan Akhlak
Cara-cara memperkenalkan akhlak kepada anak:
v Penuhilah kebutuhan emosinya
v Memberikan pendidikan mengenai yang hak dan yang bathil
v Memenuhi janji
v Meminta maaf jika melakukan kesalahan
v Meminta tolong jika kita memerlukan bantuan
v Mengajak anak mengunjungi kerabat
2.4. Tujuan Pendidikan
Abdul Mudjib membagi tujuan pendidikan menjadi 4 bagian, yaitu:
· Tujuan dan tugas hidup manusia
Manusia hidup bukan karena kebetulan dan sia-sia. Ia diciptakan dengan membawa tujuan dan tugas hidup tertentu, sebagaimana Firman Allah SWT dal QS. Ali Imran: 191, yang berbunyi
tûïÏ©!$# tbrãä.õtƒ ©!$# $VJ»uŠÏ% #YŠqãèè%ur 4n?tãur öNÎgÎ/qãZã_ tbr㍤6xÿtGtƒur Îû È,ù=yz ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚöF{$#ur $uZ­/u $tB |Mø)n=yz #x»yd WxÏÜ»t/ y7oY»ysö6ß $oYÉ)sù z>#xtã Í$¨Z9$# ÇÊÒÊÈ
Artiya: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Tujuan diciptakannya manusia hanya untuk mengabdi kepada Allah SWT, sebagaimana Firman-Nya dalam QS. Al-An’am: 162
ö@è% ¨bÎ) ÎAŸx|¹ Å5Ý¡èSur y$uøtxCur ÎA$yJtBur ¬! Éb>u tûüÏHs>»yèø9$# ÇÊÏËÈ
Artinya: Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
· Memperhatikan sifat-sifat dasar manusia, yaitu konsep tentang manusia sebagai makhluk unik yang mempunyai beberapa potensi bawaan, seperti fitrah, bakt, minat, sifat dan krakter, yang berkecenderungan pada al hanief (rindu akan kebenaran dari Tuhan) berupa agama Islam, hal ini ditegaskan dalam Q.S Al-Kahfi: 29
È@è%ur ,ysø9$# `ÏB óOä3În/§ ( `yJsù uä!$x© `ÏB÷sãù=sù ÆtBur uä!$x© öàÿõ3uù=sù 4 !$¯RÎ) $tRôtGôãr& tûüÏJÎ=»©à=Ï9 #·$tR xÞ%tnr& öNÍkÍ5 $ygè%ÏŠ#uŽß 4 bÎ)ur (#qèVŠÉótGó¡o (#qèO$tóム&ä!$yJÎ/ È@ôgßJø9$%x. Èqô±o onqã_âqø9$# 4 š[ø©Î/ Ü>#uŽ¤³9$# ôNuä!$yur $¸)xÿs?öãB ÇËÒÈ
Artinya: Dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". Sesungguhnya kami Telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.
· Tuntutan masyarkat
Tuntutan ini baik berupa pelestarian nilai-nilai budaya yang telah melembaga dalam kehidupan suatu masyarakat, maupun pemenuhan terhadap tuntutan kebutuhan hidupnya dalam mengantisipasi perkembangan dunia modern.
· Dimensi-dimensi kehidupan ideal Islam
Dimensi kehidupan dunia ideal Islam mengandung nilai yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup manusia untuk mengelolah dan memanfaatkan dunia sebagai bekal kehidupan di akhirat, serta mengandung nilai yang mendorong manusia berusaha keras untuk meraih kehidupan di akhirat yang lebih membahagiakan, sehingga manusia dituntut agar tidak terbelenggu oleh rantai kekayaan duniawi atau materi yang dimiliki.
2.5. Prinsip-prinsip dalam Formulasi Tujuan Pendidikan Islam
Tujuan pendidikan Islam mempunyai beberapa prinsip tertentu, guna menghantar tercapainya tujuan pendidikan, yaitu:
1) Prinsip Universal
2) Prinsip Keseimbangan dan Kesederhanaan
3) Prinsip Kejelasan
4) Prinsip tak bertentangan
5) Prinsip realisme dan dapat dilaksanakan
6) Prinsip perubahan yang diingini
7) Prinsip menjaga perbedaan-perbedaan individu
8) Prinsip dinamis dalam menerima perubahan dan perkembangan yang terjadi pelaku pendidikan serta lingkungan dimana pendidikan itu dilaksanakan.
2.6. Komponen-komponen Tujuan Pendidikan
Secara teoretis, tujuan akhir dari pendidikan adalah:
1) Tujuan normative: tujuan yang ingin dicapai berdasarkan norma-norma yang mampu mengkristalisasikan nilai-nilai yang hendak diinternalisasi.
2) Tujuan fungsional: tujuan yang sasarannya diarahkan pada kemampuan peserta didik untuk memfungsikan daya kognisi, afeksi, dan psikomotorik dari hasil pendidikan yang diperoleh sesuai dengan yang sudah ditetapkan.
3) Tujuan operasional: tujuan yang mempunyai sasaran teknis manajerial.
2.7. Formulasi Tujuan Pendidikan Islam
Menurut Abdul Mujib yang mengutip dari Muhammad Athahiyah al-Abrasyi, tujuan pendidikan Islam adalah tujuan yng telah ditetapkan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. sewaktu hidupnya, yaitu pembentukan moral yang tinggi, sekalipun tanpa mengabaikan pendidikan jasmani, akal dan ilmu praktis. Atau bisa juga dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan menurut Islam adalah terbentuknya insan kamil yang didalamnya memiliki wawasan khaffah agar mampu menjalankan tugas-tugas kehambaan, kekhalifaan dan juga pewaris nabi.


BAB III
KESIMPULAN
Tujuan pendidikan menurut Islam adalah tidak bisa terlepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam, yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah SWT. yang selalu bertaqwa kepada-Nya, dan dapat mencapai kehidupan yang berbahagia di dunia dan juga di akhirat, hal ini sesuai dengan Q.S Adz-Dzariat: 56 dan Q.S Ali Imran: 102
$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbrßç7÷èuÏ9 ÇÎÏÈ
Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãYtB#uä (#qà)®?$# ©!$# ¨,ym ¾ÏmÏ?$s)è? Ÿwur ¨ûèòqèÿsC žwÎ) NçFRr&ur tbqßJÎ=ó¡B ÇÊÉËÈ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.


DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul. 2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal Edisi Revisi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Matsna. 2003. Qur’an Hadits. Semarang: PT. Karya Toha Putra
Mudjib, Abdul; dkk. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar